Pengiriman Berkas

 
Tidak, Saudara dapat melampirkan transkrip nilai/surat keterangan yang menyatakan lulus dengan pujian/cumlaude sesuai kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan
Contoh kasus 1: Pelamar formasi cumlaude dengan jabatan dokter ahli pertama, apakah harus menyertakan transkrip nilai/surat keterangan yang menyatakan lulus dengan pujian/cumlaude Profesi dokter dan atau pendidikan sarjana kedokteran?
Formasi cumlaude untuk jabatan dokter ahli pertama harus melampirkan transkrip nilai/surat keterangan yang menyatakan lulus dengan pujian/cumlaude Profesi dokter.
Contoh kasus 2: Pelamar formasi cumlaude jabatan Apoteker ahli pertama dengan kualifikasi pendidikan Apoteker + S2 Farmasi Klinis, apakah harus menyertakan transkrip nilai/surat keterangan yang menyatakan lulus dengan pujian/cumlaude hanya pada pendidikan profesi Apoteker dan atau S2 Farmasi Klinis ?
Formasi cumlaude untuk jabatan Apoteker ahli pertama harus melampirkan transkrip nilai/surat keterangan yang menyatakan lulus dengan pujian/cumlaude Profesi Apoteker.
Ya, Berkas pendaftaran tersebut harus dikirim ke provinsi lokasi ujian yang Saudara pilih melalui PT POS Indonesia sesuai PO BOX yang telah ditentukan
Berkas dikirim ke provinsi lokasi ujian dengan alamat sesuai PO BOX yang telah ditentukan
Berkas dikirim ke provinsi lokasi ujian dengan alamat sesuai PO BOX yang telah ditentukan
Tidak, pengiriman berkas hanya dapat dilakukan oleh PT POS Indonesia sesuai PO BOX yang telah ditentukan
Tidak dapat, pengiriman berkas hanya dapat dilakukan melalui PT POS Indonesia sesuai PO BOX yang telah ditentukan
Tidak, setiap pelamar hanya diperkenankan mengirimkan 1 (satu) kali pengiriman berkas pendaftaran
Boleh, pelamar dapat membuat surat keterangan dan surat pernyataan dengan cara diketik maupun tulis tangan (tulisan dapat dibaca) disertai materai yang telah ditandatangani sesuai format yang dapat diunduh di laman https://cpns.kemkes.go.id
Tidak boleh mengganti pilihan lokasi ujian (SKD dan SKB)
Seleksi akan dilaksanakan di 7 kota :
1. Medan
2. Palembang
3. Jakarta
4. Semarang
5. Surabaya
6. Makasar
7. Manado
1.Seleksi Administrasi
2.Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
3.Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang terdiri dari:
a. Substansi jabatan dengan metode:
1. CAT (selain peminatan Poltekkes)
2. Wawancara, Tes Praktik Kerja (khusus peminatan Poltekkes)
b. Executive Brain Assesment (EBA)
c. Penelusuran Rekam Jejak
EBA merupakan tes identifikasi potensi otak individu yang mendasari kapasitas SDM dan kepemimpinan seseorang dalam aktivitasnya di organisasi
Penelusuran rekam jejak adalah penelaahan riwayat pelamar terkait pengalaman bekerja di lingkungan Kementerian Kesehatan/mengikuti program Kementerian Kesehatan yang terdiri dari :
a) SK pengangkatan atau surat keterangan selesai penugasan sebagai Pegawai Tidak Tetap Kementerian Kesehatan; atau
b) SK pengangkatan sebagai Peserta Nusantara Sehat/Penugasan Khusus Kementerian Kesehatan; atau
c) SK pengangkatan sebagai Pegawai BLU/kontrak/wiyata bakti di lingkungan Kementerian Kesehatan;
1. Apoteker Ahli Pertama,
2. Asisten Apoteker Terampil,
3. Bidan Ahli Pertama,
4. Bidan Terampil,
5. Dokter Ahli Pertama,
6. Dokter Ahli Pertama (Spesialis),
7. Dokter Gigi Ahli Pertama,
8. Dokter Gigi Ahli Pertama (Spesialis),
9. Dokter Pendidik Klinis Ahli Pertama,
10. Entomolog Kesehatan Ahli Pertama,
11. Entomolog Kesehatan Terampil,
12. Fisikawan Medis Ahli Pertama,
13. Fisioterapis Terampil,
14. Nutrisionis Ahli Pertama,
15. Nutrisionis Terampil,
16. Okupasi Terapis Terampil,
17. Ortotis Prostetis Terampil,
18. Perawat Ahli Pertama,
19. Perawat Gigi Terampil,
20. Perawat Terampil,
21. Perekam Medis Ahli Pertama,
22. Perekam Medis Terampil,
23. Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli Pertama,
24. Pranata Laboratorium Kesehatan Terampil,
25. Psikolog Klinis Ahli Pertama,
26. Radiografer Ahli Pertama,
27. Radiografer Terampil,
28. Refraksionis Optisien Terampil,
29. Sanitarian Ahli Pertama,
30. Sanitarian Terampil,
31. Teknisi Elektromedis Terampil,
32. Terapis Wicara Terampil,
33. Teknisi Transfusi Darah Terampil,
34. Teknisi Gigi Terampil.
35. Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama
36. Epidemiolog Kesehatan Terampil
Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi dan/atau Pusdiknakes/LAM-PTKes
Saudara dapat melampirkan transkrip nilai yang mencantumkan IPK sesuai kualifikasi pendidikan yang dipersyaratkan.
Contoh Kasus 1 : Pelamar jabatan Dosen asisten ahli dengan kualifikasi S-2 Biokimia (Basic S-1 Kimia), apakah menyertakan transkrip nilai yang mencantumkan IPK pada jenjang pendidikan S-2 Biokimia dan atau basic S-1 Kimia?
Jawab: Saudara dapat melampirkan transkrip nilai yang mencantumkan IPK pada jenjang S-2 Biokimia
Contoh Kasus 2: Pelamar jabatan Dokter Ahli Pertama dengan kualifikasi pendidikan Dokter umum, apakah menyertakan transkrip nilai yang mencantumkan IPK pada jenjang pendidikan Profesi dokter dan atau S-1 Kedokteran
Jawab: Saudara dapat melampirkan transkrip nilai yang mencantumkan IPK pada jenjang Profesi Dokter
1. Dosen Asisten Ahli,
2. Pranata Laboratorium Pendidikan Ahli Pertama,
3. Pranata Laboratorium Pendidikan Terampil,
4. Peneliti Ahli Pertama,
5. Statistisi Ahli Pertama,
6. Teknisi Penelitian dan Perekayasaan Terampil,
7. Entomolog Kesehatan ,
8. Epidemiolog Kesehatan,
9. Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli dan Terampil dengan kualifikasi pendidikan S-1 Biologi, S-1 Kimia, D-III Analis Kimia, dan D-III Kimia
Tidak Perlu, Persyaratan untuk mengunggah dan melampirkan fotokopi surat keterangan akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi hanya untuk formasi cumlaude/ lulusan terbaik.

Tidak Menemukan Pertanyaan yang Anda Cari ? Silahkan tanyakan disini !